Cara Daftar Poker – Joko Widodo Keluhkan Kegemaran Warga pada Berita Negatif

Jokowi Keluhkan Kegemaran Warga pada Berita Negatif

Cara Daftar Poker – Joko Widodo Keluhkan Kegemaran Warga pada Berita Negatif – Presiden Joko Widodo menyatakan kesedihannya ketika media dan masyarakat lebih menikmati berita negatif dibandingkan berita-berita positif.

Ia mendorong media lebih mengedepankan berita yang konstruktif.

“Jangan senang berita negatif. Sedih, tapi kita pasarnya senang. Sedih juga. Yang tidak benar itu yang mengabarkan atau dikabarkan?” kata Jokowi di Graha Pena, Surabaya.

99 Domino Poker – Jokowi mengatakan, media dan masyarakat mulai melirik hal-hal atau berita yang mendorong optimisme dan menciptakan inovasi.

Misalnya, pencapaian kinerja atau prestasi Pemerintah atau masyarakat Indonesia di dunia internasional.

“Kalau hal yang baik tidak diberitakan, kalau demo diberitakan demo besar, gede-gedean,” ucapnya.

Menurut Jokowi, pemberitaan yang baik itu akan sangat membantu masyarakat dalam menghadapi maraknya berita bohong alias hoax dan fitnah di media sosial.

“Masyarakat butuh bimbingan di tengah belantara informasi dan dalam rangka menemukan informasi yang relevan dan dapat dipercaya,” tutur mantan Wali Kota Solo ini.

Bandar Ceme Terpercaya – Kunjungan Jokowi ke Surabaya merupakan bagian rangkaian kunjungan kerja ke Jawa Timur. Sebelumnya, ada kunjungan ke tiga pondok pesantren di Sumenep, Madura. Yakni, Ponpes Annuqoyah Guluk-Guluk, Ponpes Al-Amin di Kecamatan Pragaan, dan Ponpes Al-Karimiyah.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi juga mewanti-wanti warga terhadap berita bohong di media sosial.

Jokowi meminta masyarakat, terutama generasi muda, berhati-hati dalam bermedia sosial. Dia tak ingin isu negatif di media sosial membuat kekisruhan di dunia nyata.

“Jangan sampai ada hal-hal kecil justru membesar karena gesekan atau isu yang sering kira baca di media sosial,” kata Jokowi, di depan para kiai dan santri di Ponpes Al-Amien Prenduan, Sumenep, Jawa Timur, kemarin.

Menurut Jokowi, masyarakat, terutama generasi muda, harus lebih berhati-hati saat mencari dan menemukan informasi di media sosial. Konfirmasi ulang diperlukan untuk mencegah konflik.

“Jangan segera dipercaya. Cari informasi lain karena kalau tidak, akan diadu domba terus oleh orang tidak bertanggung jawab,” ucap mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *