pokerclub – Asap Putih Gunung Agung Setinggi 1,5 Km, Berikut Penjelasan PVMBG

Asap Putih Gunung Agung Setinggi 1,5 Km, Berikut Penjelasan PVMBG

pokerclub – Asap dari kawah Gunung Agung terpantau semakin tinggi

Ketinggian asap putih yang mengindikasikan pergerakan gas magmatik di perut Gunung Agung terpantau setinggi 1,5 kilometer.

Namun, ketinggian asap putih itu membuat senang Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil‎‎ menjelaskan, asap putih itu sebagai manifestasi pelepasan energi dari perut gunung setinggi 3.031 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.

“Asap putih itu indikasi pelepasan energi,” ucap Devy‎ di Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (8/10/2017).

Devy mengaku senang gunung yang terletak di Kabupaten Karangasem itu melepaskan energinya. Bila energi di perut Gunung Agung tak keluar, maka bisa semakin terakumulasi.

game poker – “Bagus malah, daripada energinya enggak pernah dikeluarkan bisa terakumulasi,” tutur dia.

Devy mengakui, jika asap putih yang semakin meninggi itu menandakan aktivitas di dalam perut Gunung Agung itu makin meninggi. Gas magmatik terus bergerak dan pemanasan air di dalam perut gunung itu makin menjadi.

“Makin memanaskan, ya. Untuk energi memang masih tinggi dan terus mendesak. Gas magmatik terus bergerak juga, terjadi pemanasan air di dalam Gunung Agung,” ujarnya.

Hanya saja, menurut Devy Kamil, kini ketinggian asap Gunung Agung kembali menurun. Pantauan pada Minggu pagi tadi, asap putih hanya setinggi‎ 50 meter.‎

Sebanyak 143 orang pengungsi Gunung Agung yang berada di Posko Banjar Lebah, Desa Basangkawan, Kabupaten Klungkung,

Bali, memilih kembali ke daerah asalnya di Dusun Hyang Api, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem.

aslidomino – “Bukan karena keinginan kami yang memulangkan para pengungsi ini, namun para pengungsi yang menginginkan kembali ke rumahnya,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Klungkung, Bali I Putu Widiada saat mengantar warga mengungsi di Klungkung, dilansir Antara.

Para pengungsi yang kembali ke Dusun Hyang Api itu rata-rata berusia dewasa, walau ada anak-anak dan sejumlah lansia. Keinginan pengungsi untuk kembali ke dusunnya ini, kata Putu Widiada, karena permintaan dari kelian adat (kepala dusun) yang menyatakan daerahnya berada di luar kawasan rawan bencana (KRB).

“Kami BPBD Klungkung hanya memfasilitasi kepulangan mereka,” ujarnya.

Pemulangan mereka diantar dengan menggunakan dua unit bus milik angkutan kota milik Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung dan barang-barang milik pengungsi diangkut menggunakan satu unit truk masing-masing milik Kodim setempat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *